Profil saya

Foto saya
saya seorang mahasiswa di UPY,jurusan FKIP PGSD angkatan 2012. saya tertarik dengan hal yang berbau otomotif.

Teman

Minggu, 05 Januari 2014

KETERAMPILAN MEMBACA

KETERAMPILAN MEMBACA
Membaca pada hakeketnya adalah proses ecoding oleh penerima pesan, yaitu poses memaknai bentuk-bentuk bahasa yang tertulis sehingga pesan yang disampaikan oleh pengirim dapat diterima oleh pengirim dapat diterima secara utuh.
Membaca dibedakan menjadi 3:
Pertama, pengertian yang sempit, yaitu pengertian yang menganggap membaca adalah proses pengenalan symbol-simbol.
Kedua, pengertian yang agak luas, pengertian ini memusatkan diri pada prosess pemahaman makna atau isi bacaan.
Ketiga, pengertian yang luas, pengertian yang memandang membaca meliputi pula proses atau kegiatan member respon kritis-kreatif terhadap bacaan dalam menemukan signifikasi,nilai fungsi dan hubungan isi bacaan itu dengan suatu kehidupan yang agak luas serta dampak masalah yang dipaparkan oleh pengarang.

Manfaat membaca, yaitu dengan membaca kita dapat mengetahui peristiwa-peristiwa waktu lampau atau waktu sekarang ditempat lain atau cerita yang menarik tentang kehidupan didunia.

Tujuan utama dalam membaca yaitu untuk mencari dan memperoleh informasi, mencakup isi, memahami makna bacaan.

KETERAMPILAN BERBICARA

KETERAMPILAN BERBICARA
Sehubungan dengan keterampilan berbicara secara garis besar ada tiga jenis situasi berbicara, yaitu interaktif, semiaktif, dan noninteraktif. Situasi-situasi berbicara interaktif, misalnya percakapan secara tatap muka dan berbicara lewat telepon yang memungkinkan adanya pergantuan anatara berbicara dan mendengarkan, dan juga memungkinkan kita meminta klarifikasi, pengulangan atau kiat dapat memintal lawan berbicara, memperlambat tempo bicara dari lawan bicara. Kemudian ada pula situasi berbicara yang semiaktif, misalnya dalam berpidato di hadapan umum secara langsung. Dalam situasi ini, audiens memang tidak dapat melakukan interupsi terhadap pembicaraan, namun pembicara dapat melihat reaksi pendengar dari ekspresi wajah dan bahasa tubuh mereka. Beberapa situasi berbicara dapat dikatakan bersifat noninteraktif, misalnya berpidato melalui radio atau televisi.

Berikut ini beberapa keterampilan mikro yang harus dimiliki dalam berbicara, dimana permbicara harus dapat;
•    Mengucapkan bunyi-bunyi yang berbeda secara jelas sehingga pendengar dapat membedakannya.
•    Menggunakan tekanan dan nada serta intonasu secara jelas dan tepat sehingga pendengar daoat memahami apa yang diucapkan pembicara.
•    Menggunakan bentuk-bentuk kata, urutan kata, serta pilihan kata yang tepat.
•    Menggunakan register aau ragam bahasa yang sesuai terhadap situasi komunikasi termasuk sesuai ditinjau dari hubungan antar pembicara dan pendengar.
•    Berupaya agar kalimat-kalimat untama jelas bagi pendengar.

KETERAMPILAN MENYIMAK


KETERAMPILAN MENYIMAK
Menyimak adalah kegiatan mendengarkan lambang–lambang lisan yang dilakukan dengan sengaja, penuh perhatian disertai pemahaman, apresiasi dan interpretasi untuk memperoleh pesan, informasi, memahami makna komunikasi, dan merespons yang terkandung dalam lambang lisan yang disimak.

TUJUAN MENYIMAK
 Tujuan utama menyimak adalah untuk menangkap dan memahami pesan, ide serta gagasan yang terdapat pada materi atau bahasa simakan. Dengan demikian tujuan menyimak dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. Menyimak memperoleh fakta atau mendapatkan fakta
2. Untuk menganalisis fakta
3. Untuk mengevaluasi fakta
4. Untuk mendapatkan inspirasi
5. Untuk mendapatkan hiburan atau menghibur diri

Keterampilan mikro dalam menyimak yang harus dikuasai pendengar:
1. Menyimpan/mengingat unsur bahasa yang didengar menggunakan daya ingat jangka pendek(short-term  memory)
2. berupaya membedakan bunyi-bunyi yang membedakan arti dalam bahasa target
3. menyadari adanya bentuk-bentuk tekanan dan nada, warna suara, intonasi, dan adanya reduksi bentuk-bentuk kata
4. membedakan dan memahami arti kata-kata yang yang didengar
5. mengenal bentuk-bentuk kata khusus
6. mendeteksi kata-kata kunci yang mengidentifikasi topik dan gagasan
 7. menebak makna dari konteks
8. mengenal kelas-kelas kata(gramatical word classes)
9. menyadari bentuk-bentuk dasar sintaksis
10. mengenal oerangkat-perangkat kohesif

KETERAMPILAN MENULIS

KETERAMPILAN MENULIS

Keterampilan menulis adalah kegiatan penyampaian pesan (gagasan, perasaan, atau informasi) secara tertulis kepada pihak lain. Dalam kegiatan berbahasa, menulis melibatkan empat unsur, yaitu penulis (penyampai pesan), isi tulisan atau pesan, medium tulisan, serta pembaca sebagai penerima pesan.
Sebagai salah satu aspek dari keterampilan berbahasa, menulis atau mengarang merupakan kegiatan yang kompleks. Kompleksitas menulis terletak pada tuntutan kemampuan penulis untuk menata dan mengorganisasikan ide secara sistematis dan logis, serta menyajikannya dalam ragam bahasa tulis sesuai kaidah penulisan. Akan tetapi, di balik kerumitannya, menulis menjanjikan manfaat yang begitu besar dalam membantu pengembangan daya inisiatif dan kreativitas, kepercayaan diri dan keberanian, serta kebiasaan dan kemampuan dalam menemukan, mengumpulkan, mengolah, dan menata informasi.
Menulis menggunakan bahasa sebagai perantara. Alatnya adalah bahasa yang terdiri dari  kata, frasa, klausa, kalimat, paragraf, dan wacana dengan semua kelengkapannya, seperti ejaan dan tanda baca. Pikiran yang disampaikan kepada pembaca harus dinyatakan dengan kata yang mendukung makna secara tepat dan sesuai dengan apa yang ingin dinyatakan. Kata-kata itu harus disusun secara teratur dalam klausa dan kalimat agar pembaca dapat menangkap apa yang ingin disampaikan. Makin teratur bahasa yang digunakan, makin mudah pembaca menangkap pikiran yang disalurkan melalui bahasa itu. Oleh karena itu, keterampilan menulis di sekolah sangatlah penting.
Menulis pada hakikatnya adalah suatu proses berpikir yang teratur, sehingga apa yang ditulis mudah dipahami pembaca. Sebuah tulisan dikatakan baik apabila memiliki ciri-ciri, antara lain bermakna jelas, bulat dan utuh, dan memenuhi kaidah gramatika.

Senin, 02 Desember 2013

Guruku Pahlawanku

Guruku Pahlawanku

Engkau terlahir di dunia
Bak lentera dalam kehidupan
kehadiranmu selalu terindukan
Oleh anak didikmu yang haus ilmu pengetahuan

    Kaulah sosok perubah kehidupan
    Kau tanamkan kebaikan
    Kau buka kan jendela cakrawala
    Hanya untuk anak didikmu yang kau sangga

Hari demi hari kau lalui
Debu kapur pun selalu menemani
Tapi kau pun tak peduli
Asal visi dan misi terpenuhi

     Hanya ucapan terimakasih
     Atas jasa dan pengorbananmu
     Semoga Tuhan membalas semua kebaikan
     Untuk guruku tersayang

Minggu, 20 Oktober 2013

BADAK

Badak atau istilah dalam bahasa Inggrisnya disebut rhinoceror atau rhino adalah lima spesies hewan dari famili Rinocerotidae,ordo Perissodactyla yang kesemuanya berasal dari Afrika atau Asia.
Tiga jenis badak diantaranya berada di Asia,yakni:
1.    Badak Sumatera(Sumatran Rhino) bercula dua atau Dicerorhinus Sumatrensis.
2.    Badak Jawa(Javan Rhino)bercula satu atau Rhinocerus Sondaicus,dan
3.    Badak India (Indian Rhino)bercula satu atau Rhinocerus Unicornis.
Karakteristik badak antara lain:
1.    Berukuran besar
2.    Dapat mencapai bobot lebih dari satu ton
3.    Satu atau dua cula pada bagian tengah dahi.Jika berjumlah dua,salah satu terletak di depan yang lainnya(tidak bersisian)
4.    Termasuk hewan herbivora
5.    Kulit dengan tebal sekitar 1,5 - 5 cm yang terbentuk dari lapisan halogen
6.    Memiliki indra pendengaran dan penciuman yang tajam,tapi tidak dapat melihat jauh
7.    Sebagian besar badak tidak dapat hidup melebihi 40 tahun.
Badak Jawa
Badak Jawa lebih kecil daripada sepupunya,badak India dan memiliki besar tubuh yang dekat dengan badak hitam.Panjang tubuh badak jawa(termasuk kepalanya) dapat lebih dari 3,1 - 3,2 m dan mencapai tinggi 1,4 -1,7 m.Badak dewasa dilaporkan memiliki berat antara 900 dan 2.300 kilogram.
Badak jawa dan badak India memiliki satu cula yang berukuran antara 20 – 27 cm.Badak Jawa jarang menggunakan culanya untuk bertarung tetapi menggunakannya untuk memindahkan lumpur di kubangan,untuk menarik tanaman agar dapat dimakan dan membuka jalan melalui vegetasi tebal.
Badak Jawa memiliki bibir panjang,atas dan tinggi yang membantunya mengambil makanan.Gigi serinya panjang dan tajam berguna untuk bertempur,sedangkan  gigi geraham yang berjumlah enam buah digunakan untuk mengunyah tanaman kasar.Usia hidup mereka selama 30 sampai 45 tahun.Kulitnya yang sedikit berbulu,berwarna abu-abu atau abu-abu cokelat membungkus pundak,punggung,dan pantat.

Konservasi , Penyebaran dan Habitat
Faktor utama berkurangnya populasi badak adalah perburuan untuk culanya.Cula badak dipercaya sebagai bahan obat dan kulitnya digunakan untuk membuat baju baja tentara Tiongkok serta sebagai penangkal racun ular.
Terdapat dua tempat penyebaran dan pelestarian badak yaitu:
1.    Taman Nasional Ujung Kulon (terletak di ujung barat pulau Jawa)
2.    Taman Nasional Cat Tien yang terletak sekitar 150 km sebelah utara Kota Ho Chi Minh di Vietnam.
Sifat badak:
•    Badak Jawa adalah binatang yang tenang dengan pengecualian ketika mereka berkembang biak dan apabila seekor inang mengasuh anaknya.
•    Kadang-kadang mereka suka berkerumun dalam kelompok kecil di tempat untuk mencari mineral dan kubangan lumpur.
•    Berkubang di lumpur untuk menjaga suhu tubuh dan membantu mencegah penyakit dan parasit.(Badak Jawa lebih suka menggunakan kubangan lumpur bekas badak lain daripada harus menggali kubangan lumpur sendiri).

Makanan
Badak adalah hewan herbivora dan memakan bermacam-macam species tanaman terutama tunas,ranting,daun-daunan muda dan buah yang jatuh .Badak diperkirakan makan 50 kg makanan perhari.Baik badak Jawa maupun Sumatera memerlukan garam untuk makanannya.Tempat mencari mineral umum tidak ada di Ujung Kulon ,tetapi badak Jawa terlihat minum air laut untuk nutrisi sama yang dibutuhkan.
Reproduksi
Sifat seksual badak Jawa sulit dipelajari karena spesies ini jarang diamati secara langsung dan tidak ada kebun binatang yang memiliki spesimennya.
Betina mencapai kematangan seksual pada usia 3 – 4 tahun,sementara jantan pada umur 6 tahun.Sedangakan masa kehamilan muncul pada periode 16 – 19 bulan.Interval kelahirannya 4 – 5 tahun dan anaknya membuat berhenti pada waktu sekitar 2 tahun.




Rabu, 16 Oktober 2013

PAHLAWAN



PAHLAWAN

Kau lahir sebelum tahun “45
Dimana bumi pertiwimu porak poranda
Karena ulah para kaum penjajah
Yang tak kau tahu akan maksud dan tujuannya

Hari berganti hari
Bulan berganti bulan
Tahun berganti tahun
Kaupun tumbuh semakin matang
Ksatria muda dari tanah Yogyakarta 

Dimana hatimu tak kan iba
Terlihat kaum pribumi ditindas sampai tak berdaya
Raga mereka hidup akan tetapi tidak dengan jiwanya
Ibarat budak di rumah sendiri

“Sadumuk bathuk sanyari bumi ditohi tekan pati”
Itulah semboyan yang slalu kau kumandangkan
Jeritan dan suara dentuman kaki kuda putihmu,
Seolah menjadi pengobar semangat gerilyamu
Jiwa,raga,dan harta rela kau kucurkan
 Demi utuhnya sang merah putih tercinta

Walau kini pangeran t’lah tiada
Namun jasa dan namamu akan selalu terkenang
Menjadi penyulut semangat kami di masa yang akan datang
Terima kasih kuucapkan untukmu pahlawan


         Oleh: Wawan Andi Permana